
Heidy Nimpele dan Fretz Pondoh, orang tua dari Lindy Melissa, korban pembunuhan sadis di Malalayang Jumat Malam, shock mendengar kabar anak gadis mereka di bunuh. Keduanya menangis histeris, saat tiba di kamar jenazah, Rumah Sakit RD Kandou Malalayang.
Kedua pasangan suami istri, orang tua dari Lindy Melissa, korban pembunuhan di sertai kekerasan seksual ini, histeris saat mereka menyaksikan tubuh, anak gadis mereka terbujur kaku, di Kamar Jenazah Rumah Sakit RD Kandou Malalayang, sudah tak bernyawa. Keduanya tak menduga kalau putri mereka, yang merupakan Pegawai Negeri Sipil di, Dinas Parawisata dan Kebudayaan Minahasa Selatan ini, menemui ajalnya dengan cara yang mengenaskan.
Sambil memeluk jasad kaku anaknya, Heidy Nimpele dan Fritz Pondoh, tercatat sebagai Warga Desa Tongkaina lingkungan II, Kecamatan Bunaken Manado ini, menangis tersedu-sedu hingga sang Ibu jatuh tersungkur ke lantai, dan harus di bantu berdiri oleh keluarga korban. Sementara bapak korban, sambil memeluk jasad anak gadisnya, ia menangis histeris.
Suasana di Kamar Jenazah Rumah Sakit RD Kandou Malalayang, semakin terasa haru tak kala seisi ruang, hanyut dalam haru. Lindy merupakan korban pembunuhan, di sertai dengan kekerasan fisik, ia sebelum di bunuh terlebih dahulu di perkosa. Saat pertama kali di temukan, oleh Petugas Patroli yang lagi bertugas, tubuh Windi setengah telanjang, di dalam sebuah mobil berwarna abu-abu metalik, dengan tiga luka tusukan, di bagian dada, paha sebelah kiri dan bagian badannya. Saat itu Lindy di temukan berdua dengan mantan kekasihnya. Sementara mantan kekasihnya, yang saat itu berada di dalam mobil, di amankan ke Polresta Manado, untuk di mintai keterangannya, kasus Pembunuhan sadis ini, hingga kini masih dalam pengembangan, pihak Kepolisian dari Polresta Manado.
Stenly Towoliu, Hentje Tumilaar