Jumat, 24 Mei 2013
home / berita / politik / pengunjuk rasa thailand blokir parlemen
AS, Inggris Berusaha Hidupkan Kembali Pembicaraan Timur Tengah
Ahok akan evaluasi Satpol PP soal bentrokan di Pulogadung
Bekas sopir yang mengadu peruntungan jadi wali kota Malang
Kontroversi Pemberian Penghargaan untuk Presiden SBY
Jubir FPI dan Emilia Contessa batal jadi caleg PPP
Istri Ketujuh Eyang Subur Pernah Minta Orangtuanya Tutup Mulut
Tekan Golput, Wawali Solo janjikan bonus syukuran untuk TPS
Ahok: Saya mau jadi presiden, bukan gubernur
Bekas Sopir yang Mengadu Peruntungan Jadi Walikota Malang
Presiden Burma Akhiri Kunjungan ke AS dengan Perjanjian Dagang
Pengunjuk rasa Thailand blokir parlemen
Politik | Sabtu, 02 Juni 2012 | 05:49    Dibaca 173 kali    Komentar
Oleh : MN3, manadonews.com
Kelompok baju kuning memperingatkan mereka akan tetap memblokir parlemen.

 Ketua parlemen mengatakan debat akan ditunda sampai suasana membaik.

Pihak pengunjuk rasa -yang disebut kelompok baju kuning- menyatakan keberatan atas usulan amnesti yang masuk dalam salah satu aspek RUU itu.
Mereka khawatir amnesti -yang merupakan salah satu aspek dalam RUU rekonsiliasi politik Thailand- akan digunakan oleh PM Yingluck Shinawatra, adik Thaksin, untuk memberikan izin pulang mantan perdana menteri yang tinggal di pengasingan ini.
Thaksin menghadapi dakwaan korupsi dan terorisme terkait kerusuhan yang terjadi tahun 2010.
Persaingan antara pendukung dan penentang Thaksin sering menjadi pemicu gejolak politik di Thailand.
Ditunda sampai Rabu
Para anggota parlemen tidak dapat memasuki gedung parlemen karena upaya pemblokiran pada hari ketiga.
Debat parlemen ini akan ditunda sampai paling cepat Rabu pekan depan, kata juru bicara partai yang memerintah Puea Thai.
"Pertemuan parlemen kemungkinan ditunda sampai tanggal 6 atau 7 Juni. Kami harus menunggu keputusan ketua parlemen," kata Pormpong Nopparit seperti dikutip kantor berita AFP.
Kelompok baju kuning ini memperingatkan mereka akan tetap mencoba menerobos parlemen dalam upaya mencegah pemungutan suara terkait RUU rekonsiliasi politik.
Unjuk rasa ini diselonggarakan oleh Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD), nama resmi kelompok baju kuning.
Kelompok ini didukung oleh pihak elit yang bermarkas di Bangkok dan merupakan saingan kuat kelompok baju merah yang dipimpin mantan Perdana Menteri Thaksin.
Kelompok baju merah berperan dalam unjuk rasa besar menentang pemerintahan sebelumnya yang berakhir dengan insiden berdarah tahun 2010.(bbc)
|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved