Sabtu, 01 November 2014
 
home / berita / politik / dino patti djalal mengaku diminta sby ikut konvensi
Oposisi Guinea Tuntut Pembatalan Pemilu
ICC Mulai Lagi Pengadilan atas Wapres Kenya
Abbas: Tak Ada Lagi Perjanjian Sementara dengan Israel
Hadiri acara Anas, Gede Pasek & Ahmad Mubarok dipanggil DPP
Ini Alasan SBY Batal Hadiri Launching Peserta Konvensi Demokrat
Bekali caleg, Suryadharma minta kader PPP tak cakar-cakaran
Maftuh Basyuni: Semoga pemenang konvensi memang Satria Piningit
Ikut Konvensi, Dahlan Iskan Akui Lemah Karena Hanya Lulusan SMA
Jadi Mendag, Gita Wiryawan Klaim Telah Sejahterakan Rakyat
Siti: Regenerasi PDIP Bukan Buat Jokowi, Tapi Puan atau Prananda
Dino Patti Djalal mengaku diminta SBY ikut konvensi
Politik | Sabtu, 24 Agustus 2013 | 17:07    Dibaca 242 kali    Komentar
Oleh : MN3, manadonews.com

Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Dino Patti Djalal, mengakui dipengaruhi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono buat mengikuti program seleksi kandidat RI-1. Duta Besar Republik Indonesia buat Amerika Serikat itu mengatakan diminta langsung Ketua Umum Partai Demokrat ikut bersaing di konvensi.

Menurut Dino, Presiden SBY memintanya mengikuti konvensi Demokrat saat dia sedang menyusun pidato bersama istrinya di Vancouver, Kanada.

"Ajudan bilang saya diminta bapak Presiden (SBY) untuk pertimbangkan ikut konvensi. Saya pikir silakan saja, saya bersedia bantu untuk republik. Saya pikir tadinya hanya membantu, bukan berpartisipasi. Tapi sespri bilang harus jelas maksudnya. Maksudnya ikut berpartisipasi sebagai peserta konvensi," kata Dino dalam jumpa pers usai pemaparan visi dan misi di hadapan Komite Konvensi Partai Demokrat, di Wisma Kodel, Jakarta, Sabtu (24/8).

Menurut Dino, mulai dari panggilan itulah hidupnya berubah. Dia pun berjanji kepada diri sendiri dan dinasehati istrinya supaya benar-benar mantap jika ingin merambah dunia politik.

"Satu syaratnya, saya enggak mau asal pindah. Kalau pindah ke dunia politik, istri saya selalu mengingatkan supaya saya jadi politikus yang baik," ujar Dino.

Dino mengakui kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap politik saat ini sangat terpuruk. Tetapi, dia berkeras bisa membalikkan keadaan itu dengan caranya sendiri.

"Masyarakat sangat tinggi rasa skeptisnya terhadap dunia politik. Mungkin saya bisa menampilkan wajah baru, profil baru yang bisa ccocok dengan apa yang diinginkan masyarakat," lanjut Dino.

Dino Patti Djalal juga beralasan mengikuti konvensi buat membayar hutang generasi. Alasannya adalah dia ingin mengulang jejak ayahnya, Hasyim Djalal, menjadi diplomat dan pemimpin sukses.

"Jawaban yang paling utama adalah saya melihat ini sebagai membayar hutang kepada generasi saya dan generasi anak saya. Ada panggilan nurani dan sejarah," kata Dino.

Dino merasa pemilihan umum 2014 ini adalah sebuah tahapan penting dan bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurut dia, pemilu mendatang penting sebagai tonggak buat melakukan regenerasi pemimpin.

"Regenerasi tidak harus orang muda. Tidak perlu pemimpin yang muda. Yang penting bukan usia, tapi apakah dia bisa berpikiran muda, karena pemimpin berikutnya menghadapi era, tantangan, dan dunia baru. Dan dia harus memberikan ide baru, muda dan segar bagi negara," ujar Dino.  (merdeka.com)

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  |  Pedoman Media Siber  | 
Copyright © 2014 ManadoNews.com, All rights reserved