
Presiden Ferrari, Luca Di Montezemolo, mendesak Formula 1 untuk segera mengambil tindakan pemotongan biaya di tengah-tengah krisis keuangan Eropa saat ini.
"Situasi ekonomi dunia dan Eropa amat serius dan F1 tidak bisa mengabaikan fakta itu," tuturnya di situs internet Ferrari.
"Kita tidak bisa kehilangan waktu lagi. Kita harus menangani dengan segera, dan dengan tekad, pertanyaan tentang biaya."
Pernyataan Montezemolo ini muncul ketika tim-tim F1 sedang merundingkan kontrak baru dengan pemegang hak komersial F1, Bernie Ecclestone, dan Federasi Otomotif Internasional, FIA, menjelang kontrak yang akan habis pada musim balap tahun ini.
Ferrari sebenarnya sudah mencapai kesepakatan kontrak dengan Bernie Ecclestone, yang bukan hanya menempatkan Ferrari sebagai tim yang mendapat dana paling banyak tapi juga mendapat peningkatan dalam proporsi keuntungan.
Tim asal Italia itu merupakan satu-satunya yang masih bertahan sejak musim balap pertama tahun 1950 dan juga merupakan tim yang paling berhasil sehingga mendapat dana khusus sebagai pengakuan atas pentingnya keikutsertaan mereka.
Masih ada masalah
Bulan lalu Ecclestone mengatakan kepada stasiun TV CNN bahwa sebagian besar dari 12 tim F1 sudah sepakat untuk memperpanjang kontrak hingga tahun 2020.
Bagaimanapun sejumlah masalah masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, antara lain agar tim-tim mencapai kesepakatan formal dalam pengendalian biaya dengan FIA.
"Ferrari sepakat dengan posisi FIA bahwa intervensi yang drastis diperlukan," tutur Montezemolo.
"Kami amat yakin, seperti yang sudah pernah saya katakan, bahwa tim-tim dan pemegang hak komersial harus bekerja sama dengan federasi dalam masalah ini," tamhanya.
Tahun lalu Ferrari dan Red Bull ke luar dari FOTA, yang memayungi tim-tim F1, karena perbedaan posisi dalam Kesepakatan Pembatasan Sumber Daya. Waktu itu muncul tuduhan bahwa Red Bull melanggar kesepakatan tersebut walau dibantah Red Bull.
Pada saat bersamaan, muncul juga kritik atas keputusan F1 untuk menggunakan mesin jenis baru tahun 2014. Tim-tim yang bukan milik perusahaan besar khawatir mereka tidak mampu membeli mesin baru itu dan ingin bertahan dengan mesin V8s berkekuatan 2,4 liter.
Mereka juga menuduh Ferrari terlibat dalam upaya penggantian mesin namun dibantah dengan tegas oleh Ferrari.
( bbc / bbc )