Rabu, 22 Mei 2013
home / berita / nasional / situasi memanas brimob diterjunkan ke balai lelang dki
Freeport hentikan produksi, target tahunan dipastikan meleset
Digusur, warga Pulogadung telah diberi uang kerohiman Rp 25 juta
Proyek simulator belum jalan, BNI kabulkan kredit Budi Susanto
Tim SAR Temukan 5 Jenazah dari Reruntuhan Tambang Emas di Papua
Dahlan: Program direksi BUMN mengajar setahun jadi dua kali
Presiden Yudhoyono Tunjuk Chatib Basri Sebagai Menkeu
Presiden Perintahkan Investigasi Longsor di Wilayah Tambang Freeport
ICAIOS Adakan Konferensi Global Tentang Aceh dan Samudera Hindia
Penjara Sukamiskin Tampung Banyak Koruptor
Rata-rata pendidikan orang Indonesia 5,8 tahun atau tak lulus SD
Situasi memanas, 30 Brimob diterjunkan ke Balai Lelang DKI
Nasional | Senin, 13 Agustus 2012 | 17:07    Dibaca 296 kali    Komentar
Oleh : MN3, manadonews.com
Brimob dari Polda Metro Jaya berjaga di Balai Lelang DKI.

 Situasi di Balai Lelang DKI Jakarta memanas. Tidak cukup pengamanan dari Polres Jakarta Pusat, sebanyak 30 Brimob bersenjata laras panjang dari Polda Metro Jaya pun ikut diterjunkan ke lokasi.

 
Kedatangan puluhan aparat itu buntut dari ricuhnya pelaksanaan lelang. Awalnya, ada sekelompok pemuda memaksa masuk ke dalam gedung yang terletak di Jalan Prapatan Senen, Jakarta Pusat tersebut. Mereka berteriak-teriak.
 
Mereka langsung menduduki lantai tiga gedung itu. Kehadiran para pemuda bergaya preman itu membuat pengunjung gedung yang sedang mengikuti acara lelang ketakutan. Bahkan 12 orang peserta kabur meninggalkan gedung untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.
 
Mereka yang berjumlah 50 orang itu datang ke gedung sekitar pukul 13.30 WIB. Di lantai itu bahkan mereka coba memaksa masuk ke dalam sebuah ruangan.
 
Polisi yang mendapat laporan segera terjun ke lokasi. Sekitar 50 lebih personel gabungan dari Polsek Senen, Polsek Sawah Besar dan Polres Jakarta Pusat ikut mengamankan gedung. Mereka tampak membawa pistol jenis gas air mata. Tampak pula Kapolres Jakarta Pusat Kompol AR Yoyol ikut memantau penjagaan.
 
Menurut keterangan salah satu petugas, para pemuda itu adalah para preman yang menolak lelang tanah di Jalan Wahid Hasyim dan Gajah Mada Jakarta.
 
"Mereka itu menolak ada tanah yang akan dilelang," kata petugas yang enggan disebutkan namanya itu.
 
Saat ini proses lelang masih berlangsung. Sementara lelang tanah di Jalan Wahid Hasyim akan dilakukan di akhir pelelangan. [has/merdeka]
|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved