Sabtu, 25 Mei 2013
home / berita / nasional / pelestari terumbu karang di bali raih penghargaan undp
Wajahnya Jadi Tato di Tangan Istri Tora Sudiro Tersanjung
Mendag Janji Turunkan Harga Daging Sapi
Tak Sabar Punya Anak Tina Toon Ingin Nikah Muda
Gerindra: Pemakzulan Jokowi itu Ngawur!
Utang Perusahaan di Indonesia Semakin Meningkat
Hari Pertama Kerja, Menkeu Chatib Basri Mulai Bahas Revisi APBN
Kontroversi Pemberian Penghargaan untuk Presiden SBY
Harga BBM Premium Lebih Murah Dibanding Sebotol Coca Cola
Laba AirAsia Indonesia meroket 104 persen
SBY Terkesan Membiarkan Intoleransi
Pelestari Terumbu Karang di Bali Raih Penghargaan UNDP
Nasional | Rabu, 27 Juni 2012 | 00:26    Dibaca 211 kali    Komentar
Oleh : Roland Sojow, manadonews.com
Terumbu karang di Teluk Pemuteran, Buleleng, Bali. (foto: dok)

Yayasan Karang Lestari di Desa Pemuteran, Buleleng, Bali menerima dua penghargaan dari Badan Program Pembangunan PBB (UNDP) terkait upaya pelestarian terumbu karang di Teluk Pemuteran.

Penghargaan tersebut adalah The Equator Price 2012 untuk program pelestarian terumbu karang berbasis masyarakat dan penghargaan khusus UNDP untuk daerah pengelolaan laut dan terumbu karang. Kedua penghargaan tersebut diterima pada 20 Juni 2012 di Rio de Janeiro, Brasil, bersamaan dengan pertemuan dunia masalah lingkungan Rio+20.

Ketua Yayasan Karang Lestari, I Gusti Agung Prana, pada Selasa (26/6) mengatakan kedua penghargaan diterima setelah bersaing dengan 812 nomine yang berasal dari 113 negara. Menurut Agung Prana, Yayasan Karang Lestari terpilih karena dinilai berhasil dalam pelestarian terumbu karang berbasis partisipasi masyarakat lokal dengan pengembangan teknologi Biorock atau teknologi percepatan pertumbuhan terumbu karang dengan aliran listrik.

“Teknologi itu dianggap sebagai pendukung karena yang diapresiasi terutama adalah kesadaran dan partisipasi masyarakat setempat, dan ini yang ingin di inspirasikan secara global kepada dunia,” ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buleleng, Nyoman Sutrisna, menyatakan telah menyiapkan kebijakan zonasi pemanfaatan kawasan pesisir sebagai upaya pembangunan kawasan pesisir berkelanjutan. Selain itu juga telah dibentuk kelompok masyarakat pengawas dalam bentuk Pecalang Segara atau pengamanan desa adat untuk wilayah laut yang bertugas melakukan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di laut.

Sementara itu, anggota dewan etik United Nations World Tourism Organization (UNWTO) atau organisasi pariwisata dunia, I Gde Ardika, mengusulkan agar masyarakat Pemuteran segera membentuk badan pengembangan pariwisata untuk mewujudkan wisata ekologi di daerah tersebut.

Pada 1990, terumbu karang di Pemuteran mengalami kerusakan yang cukup parah akibat penggunaan bom ikan oleh para nelayan. Melalui pelestarian terumbu karang berbasis masyarakat kini kawasan Pemuteran menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.(voa)

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved