Minggu, 21 Desember 2014
 
home / berita / nasional / kartun doyok dan potret masyarakat bawah jakarta
Hendro Melupakan Sakit demi Medali Emas Jalan Cepat
Polisi Tetapkan Empat Tersangka dalam Kerusuhan Palopo
Mantan Ketua Banggar Luncurkan buku Pengabdian di Tengah Prahara Korupsi
Tepergok Mesum di Masjid, Pasangan Muda Dikawinkan
Amplop Wartawan, Pemko Tegal Anggarkan Rp 3 Juta per Bulan
Lari Saat Nonton Judi Sabung Ayam Dwi Ditemukan Tewas di Sungai
Tertawa, Menyembuhkan tetapi Juga Bisa Mematikan
KPK Geledah Rumah LAR di Kebon Jeruk Dini Hari Tadi
Paceklik Emas di Hari Minggu, Indonesia Turun ke Peringkat Empat
Natal, Mengapa Pohon Cemara?
Kartun Doyok dan potret masyarakat bawah Jakarta
Nasional | Jumat, 03 Agustus 2012 | 14:19    Dibaca 663 kali    Komentar
Oleh : MN3, manadonews.com

 Kartun Doyok yang digambar Kelik Siswoyo, tak bisa dilepaskan dari Lembar Cerita Bergambar (Lembergar) Harian Pos Kota yang terbit di Jakarta. Apa yang ditampilkan dalam kartun Doyok merupakan peristiwa yang sedang hangat diperbincangkan warga Jakarta. Tak heran Doyok menjadi sangat populer. Bisa dikatakan Doyok mewakili suara warga kelas bawah Jakarta.

 
Uniknya sosok Doyok digambarkan bukan orang Betawi. Doyok adalah personifikasi warga perantauan keturunan Jawa di Jakarta. Doyok selalu digambarkan dengan blangkon dan beskap lurik, yang merupakan ciri masyarakat Jawa.
 
"Sudah sejak tahun 1976 kartun Doyok terbit di Pos Kota," ujar Pemred Pos Kota, Joko Lestari saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (3/8).
 
Lewat percakapannya dalam kartun, Doyok menyindir tingkah polah pejabat. Dia kerap menyentil kondisi sosial ekonomi warga Jakarta dan hal yang aktual.
 
Rabu (1/8) Doyok menyentil para pejabat yang tak malu korupsi bahkan saat bulan puasa. Kamis (26/7) lalu, saat warga Jakarta dihebohkan dengan tahu dan tempe yang melambung tinggi dan krisis kedelai, Doyok turut menyindirnya.
 
"Masalah tahu-tempe saja masih memble. Lalu apa kerja pemerintah ya?" kata Doyok dalam percakapannya di cerita bergambar itu.
 
Harga-harga sembako jelang Ramadan yang melambung tinggi juga tak lepas dari perhatian Doyok. "Doyok bertanya pada seorang ibu-ibu soal harga itu."
 
"Kalau menurut Mpok, kenapa harga-harga menjelang puasa dan lebaran harus naik?" tanya Doyok.
 
Ibu-ibu itu menjawab "Buat menggoda kita biar kesel dan ngomel-ngomel, lalu batal puasanya ngkali," jawab wanita itu.
 
Tak selalu soal politik dan kesulitan hidup, Doyok juga merekam gaya hidup warga kelas bawah Jakarta. Soal kolak, tarawih, atau ramainya judi bola saat Euro 2012. Doyok secara jelas menggambarkan hal-hal di masyarakat dengan jelas.
 
Hari ini, redaktur sekaligus pencipta tokoh kartun Doyok, Kelik Siswoyo, meninggal dunia. Kelik Siswoyo meninggal pada usia 57 tahun di Rumah Sakit Sari Asih, Cileduk, Tangerang, Banten, pukul 04.15 WIB.
 
[ian/merdeka]
|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  |  Pedoman Media Siber  | 
Copyright © 2014 ManadoNews.com, All rights reserved