Rabu, 22 Mei 2013
home / berita / nasional / syawal h jatuh pada hari minggu
Mahasiswa Surabaya Galakkan Buku Audio untuk Tunanetra
Jokowi: Musuh saja harus diobati apalagi rakyat sendiri
Freeport hentikan produksi, target tahunan dipastikan meleset
Digusur, warga Pulogadung telah diberi uang kerohiman Rp 25 juta
Proyek simulator belum jalan, BNI kabulkan kredit Budi Susanto
Tim SAR Temukan 5 Jenazah dari Reruntuhan Tambang Emas di Papua
Dahlan: Program direksi BUMN mengajar setahun jadi dua kali
Presiden Yudhoyono Tunjuk Chatib Basri Sebagai Menkeu
Presiden Perintahkan Investigasi Longsor di Wilayah Tambang Freeport
ICAIOS Adakan Konferensi Global Tentang Aceh dan Samudera Hindia
1 Syawal 1433 H jatuh pada hari Minggu
Nasional | Sabtu, 18 Agustus 2012 | 20:46    Dibaca 210 kali    Komentar
Oleh : Roland Sojow, manadonews.com
Ramadan. ©2012 Merdeka.com

Menteri Agama Suryadharma Ali telah memutuskan bawha 1 Syawal 1433 H jatuh pada tanggal 19 Agustus 2012. Dengan begitu, seluruh umat muslim serentak merayakan Idul Fitri pada hari Minggu (19/8).

Secara astronomi umur hilal telah menunjukkan tidak ada keraguan sedikitpun bahwa hilal telah dapat dilihat secara meyakinkan. Demikian juga pantauan rukyah dari lembaga dan ormas bahwa hilal bisa rukyah bertepatan dengan hari Ahad (19/8)," jelas Suryadharma dalam sidang Isbat di Kementerian Agama di Jakarta, Sabtu (18/8).

Dia mengatakan bahwa karena keterangan-keterangan yang berdasarkan hisab tidak ada perbedaan dan satu sama lain, saling meyakinkan, dan tidak ada keraguan sedikitpun tidak perlu ada pembahasan lebih lanjut penentuan 1 Syawal tersebut. "Setuju," jawab peserta sidang Isbat.

Sebelum mengakhiri sidang, Menag mengetuk palu sebagai tanda bahwa hasil Isbat kali ini sudah menjadi keputusan bersama dari semua pihak yang sudah diambil sumpahnya untuk melihat hilal.

Sidang Isbat ini dihadiri seluruh ormas keagamaan serta pihak-pihak terkait. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini pemerintah bersama-sama Muhamadiyah tidak terdapat perbedaan.

Sebelumnya Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin telah memperkirakan tidak ada perbedaan keputusan 1 Syawal 1433 H antara pemerintah, NU maupun Muhamadiyah.
"Kemungkinan seragam, karena posisi hilal cukup tinggi di wilayah Jawa sekitar 7 derajat. Jadi kemungkinan bisa, mudah-mudahan itu terjadi," kata Thomas.
[rin]

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved