Kamis, 07 Mei 2015
 
home / berita / manado / dakwaan lemah hakim bebaskan terdakwa malpraktek
Gangguan Teknis, Pesawat Garuda Tujuan Manado Mendarat Kembali di Ternate
Sulut Deklarasikan Tolak ISIS
Tersangka Doger Yang Ditembak Polisi Akhirnya Meninggal
Dipenjara Atas Dugaan Korupsi, Kowaas Terima Gaji Belasan Rupiah
LKPJ Gubernur 2014, Pelabuhan Manado Dipersiapkan Menjadi Pelabuhan Wisata
Sulut Kebagian Rp 402,5 M Untuk Dana Desa
Pemprov Sulut Hibahkan Tanah Untuk DPD RI
Pergoki Aksi Doger, Masyarakat Dihimbau Tidak Main Hakim Sendiri
Polda Sulut Ringkus Dua Orang Pengedar Sabu
Pembunuh Istri Mantan Ketua MUI, Adalah Pekerja di Rumahnya
Dakwaan Lemah Hakim Bebaskan Terdakwa Malpraktek
Manado | Jumat, 23 September 2011 | 17:39    Dibaca 779 kali    Komentar
Oleh : Administrator, manadonews.com

Tiga terdakwa dokter spesialis dalam kasus malpraktek,Kamis sore di vonis hukuman bebas, oleh makelis hakim pengadilan negeri Manado, yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut. Dalam putusannya majelis mementahkan 4 dakwaan jaksa.  Selain mementahkan semua dakwaan tim jaksa penuntut umum, majelis hakim juga berpendapat saksi yang di hadirkan jaksa, tidak cukup kuat untuk menjerat para terdakwa. Pun terkait dakwaan jaksa penuntut umum pada unsur kelalaian, yang di lakukan oleh para terdakwa, sehingga merengut nyawa korban Siska Makatey, juga di nilai majelis hakim dengan ketuannya Jhon Telew tidak terbukti. Sehingga majelis berpendapat ketiga terdakwa layak di jatuhi vonis bebas murni atau vrigsprac ( frey frah  red).

Pun dakwaan tim jaksa penuntut umum, terkait tidak adanya ijin praktek, saat ke tiga terdakwa dokter yang tengah mengambil spesialis kebidanan di Universitas Samratulangi ini, di nilai tidak terbukti. Padahal faktanya terdakwa satu Ayu, saat melakukan pembedahan belum mengantongi ijin praktek, dan hal ini terungkap dalam persidangan lalu. Dan ijin ini baru di urus setelah ada kasus malpraktek, dengan korbannya Siska Makatey, yang di lakukan oleh ke tiga terdakwa. Sementara itu pada persidangan sebelumnya,ke tiga terdakwa oleh jaksa penuntut umum di tuntut 10 bulan penjara. Usai mendengarkan putusan majelis hakim soal kasus Malpraktek, Ibu korban dari siska makatey, langsung berteriak di ruang sidang, sampai ia jatuh pingsan, dan harus di tolong oleh pihak keluarga yang lain. Tak tahan mendengar vonis majelis hakim, ibu korban langsung berteriak di dalan ruang sidang, ia merasa ada ketidak adilan dalam persidangan, yang di pimpin oleh hakim ketua Jhon Telew ini. Hingga ia jatuh pingsan.

Karena tak kuat lagi menahan emosi, ibu dari Siska Makatey korban malpraktek, sampai jatuh tersengkur. Ia pun harus di berikan pertolongan oleh keluarga yang lain. Sedangkan saat ibu korban berteriak, pihak keluarga yang lain sempat melemparkan botol minuman, ke arah para pengambil keputusan atau majelis hakim. Sebagaimana di ketahui Siska Makatey merupakan korban malpraktek, saat ia akan melahirkan di rumah sakit Kandouw  Malalayang, yang penanganannya di lakukan oleh ketiga terdakwa.

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  |  Pedoman Media Siber  | 
Copyright © 2014 ManadoNews.com, All rights reserved