Selasa, 21 Oktober 2014
 
home / berita / manado / dakwaan lemah hakim bebaskan terdakwa malpraktek
Brigadir Anto Tertangkap Membawa Empat Paket Sabu-sabu
Dua Dokter Jadi Korban Kekerasan dalam Demo Faked
Bentrokan Unsrat, Dokter Richard Patah Rusuk, Dokter Ronny Disetrum
Minta 'Jatah', Mahasiswa Ini Mengancam Gadis Sebarkan Video Bugil Korban
Kapan Sekretariat CTI di Manado beroperasi?
Wagub Ajak PNS Donor Darah di HKN
Rencananya Gedung CTI Diresmikan Mei 2014
Bantuan Studi Segera Cair, Mahasiswa S1 dapat 4,2 Juta
Sebuah Rumah di Perumahan Griya Paniki Indah Terbakar
Tante Martha Datang dari Gorontalo. Segera Adopsi Ramadhan dan Nona
Dakwaan Lemah Hakim Bebaskan Terdakwa Malpraktek
Manado | Jumat, 23 September 2011 | 17:39    Dibaca 745 kali    Komentar
Oleh : Administrator, manadonews.com

Tiga terdakwa dokter spesialis dalam kasus malpraktek,Kamis sore di vonis hukuman bebas, oleh makelis hakim pengadilan negeri Manado, yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut. Dalam putusannya majelis mementahkan 4 dakwaan jaksa.  Selain mementahkan semua dakwaan tim jaksa penuntut umum, majelis hakim juga berpendapat saksi yang di hadirkan jaksa, tidak cukup kuat untuk menjerat para terdakwa. Pun terkait dakwaan jaksa penuntut umum pada unsur kelalaian, yang di lakukan oleh para terdakwa, sehingga merengut nyawa korban Siska Makatey, juga di nilai majelis hakim dengan ketuannya Jhon Telew tidak terbukti. Sehingga majelis berpendapat ketiga terdakwa layak di jatuhi vonis bebas murni atau vrigsprac ( frey frah  red).

Pun dakwaan tim jaksa penuntut umum, terkait tidak adanya ijin praktek, saat ke tiga terdakwa dokter yang tengah mengambil spesialis kebidanan di Universitas Samratulangi ini, di nilai tidak terbukti. Padahal faktanya terdakwa satu Ayu, saat melakukan pembedahan belum mengantongi ijin praktek, dan hal ini terungkap dalam persidangan lalu. Dan ijin ini baru di urus setelah ada kasus malpraktek, dengan korbannya Siska Makatey, yang di lakukan oleh ke tiga terdakwa. Sementara itu pada persidangan sebelumnya,ke tiga terdakwa oleh jaksa penuntut umum di tuntut 10 bulan penjara. Usai mendengarkan putusan majelis hakim soal kasus Malpraktek, Ibu korban dari siska makatey, langsung berteriak di ruang sidang, sampai ia jatuh pingsan, dan harus di tolong oleh pihak keluarga yang lain. Tak tahan mendengar vonis majelis hakim, ibu korban langsung berteriak di dalan ruang sidang, ia merasa ada ketidak adilan dalam persidangan, yang di pimpin oleh hakim ketua Jhon Telew ini. Hingga ia jatuh pingsan.

Karena tak kuat lagi menahan emosi, ibu dari Siska Makatey korban malpraktek, sampai jatuh tersengkur. Ia pun harus di berikan pertolongan oleh keluarga yang lain. Sedangkan saat ibu korban berteriak, pihak keluarga yang lain sempat melemparkan botol minuman, ke arah para pengambil keputusan atau majelis hakim. Sebagaimana di ketahui Siska Makatey merupakan korban malpraktek, saat ia akan melahirkan di rumah sakit Kandouw  Malalayang, yang penanganannya di lakukan oleh ketiga terdakwa.

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  |  Pedoman Media Siber  | 
Copyright © 2014 ManadoNews.com, All rights reserved