Kamis, 23 Mei 2013
home / berita / internasional / protes merebak di mesir pasca vonis atas mubarak
Hamil Bibir Kim Kardashian Semakin Seksi
RUU Pernikahan Sesama Jenis di Thailand Undang Kontroversi
Setan di Rumah Chris Brown Bikin Tetangganya Takut
Libur Natal One Direction Rilis Buku
Venezuela Alami Krisis Tisu Toilet
RUU Pernikahan Sesama Jenis di Thailand Undang Kontroversi
Pasukan Afghanistan, Taliban Bentrok di Provinsi Helmand
Seorang Tentara Inggris Tewas Dipenggal di London
Obama akan Tinjau Kerusakan Tornado di Oklahoma Hari Minggu
Pejabat Dinas Pajak AS Tolak Beri Kesaksian di Kongres
Protes Merebak di Mesir Pasca Vonis atas Mubarak
Internasional | Minggu, 03 Juni 2012 | 12:00    Dibaca 133 kali    Komentar
Oleh : Administrator, manadonews.com
Para demonstran anti-Mubarak melakukan protes di Lapangan Tahrir, Kairo setelah mendengar Mubarak dinyatakan tidak bersalah atas beberapa tuduhan, ter

Para demonstran Mesir kecewa karena mantan diktator itu dan para pejabat lainnya tidak dinyatakan bersalah atas semua dakwaan yang dituduhkan. Hukuman seumur hidup terhadap mantan presiden Mesir Hosni Mubarak atas perannya dalam pembunuhan para demonstran anti-pemerintah tidak berhasil menenangkan sebagian warga Mesir yang telah turun ke jalan untuk berdemonstrasi.

Ribuan demonstran berkumpul di beberapa kota, termasuk Kairo dan Alexandria hari Sabtu setelah Mubarak dan mantan menteri dalam negeri Habib al-Adly dijatuhi hukuman atas peran mereka dalam pembunuhan ratusan demonstran tahun 2011, tapi enam mantan komandan polisi dibebaskan.

Pengadilan juga membebaskan Mubarak dan kedua puteranya, Gamal dan Alaa, dari tuduhan korupsi. Tim jaksa menuntut hukuman mati terhadap Mubarak, satu-satunya pemimpin terguling dalam pergolakan di dunia Arab yang diadili di negaranya sendiri.

Lawan-lawan Mubarak pada mulanya bersorak kegirangan dan saling berpelukan serta menangis di luar gedung pengadilan Kairo selagi putusan hakim dibacakan, tetapi suasana berubah ketika kemudian menjadi jelas bahwa mantan presiden itu dan para pejabat lainnya tidak dinyatakan bersalah atas semua tuduhan.

Koresponden VOA Elizabeth Arrott mengatakan massa anti-Mubarak telah berkumpul di Lapangan Tahrir di ibukota Kairo, lokasi protes-protes massal menjelang pengunduran diri mantan presiden itu tahun lalu.

Sementara itu, media pemerintah Mesir mengatakan Mubarak menderita “krisis kesehatan” yang tidak dijelaskan setelah putusan hukuman itu. Dia menjalani perawatan di rumah sakit penjara. Mantan presiden berusia 84 tahun itu selama ini selalu tiba di pengadilan dengan tandu.(voa)

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved