Rabu, 22 Mei 2013
home / berita / internasional / presiden bashar alassad muncul di televisi suriah
Perempuan Iran dilarang jadi calon presiden
Kekurangan yodium pengaruhi kecerdasan anak
Wabah Flu Burung Rugikan China $6,5M
Pencarian Korban Tornado Oklahoma Hampir Tuntas
23 Militan Hezbollah Tewas dalam Pertempuran di Qusair, Suriah
Bahaya Tornado Meningkat Seiring Pertumbuhan Kota
Angin Puting Beliung di AS Hantam Lorong Tornado
Pencarian Korban Tornado Oklahoma Hampir Tuntas
PM Irak Perintahkan Perombakan Pejabat Keamanan
PBB: Kematian akibat AIDS Menurun, Pengobatan Meningkat di Afrika
Presiden Bashar al-Assad muncul di televisi Suriah
Internasional | Selasa, 07 Agustus 2012 | 22:28    Dibaca 212 kali    Komentar
Oleh : Administrator, manadonews.com
Presiden Assad menemui pejabat keamanan Iran, Saeed Jalili di Damaskus.
Tayangan televisi Suriah hari Selasa (07/08) memperlihatkan Presiden Bashar al-Assad mengadakan pertemuan dengan pejabat senior keamanan Iran, Saeed Jalili. Ini adalah kemunculan pertama Presiden Bashar di televisi pemerintah dalam beberapa pekan terakhir.
 
Presiden Assad terakhir kali terlihat di televisi pada 22 Juli lalu ketika ledakan bom menewaskan empat pejabat keamanan senior.Presiden Assad tampil di televisi sehari setelah Perdana Menteri Riyad Hijab membelot ke oposisi.
 
"Assad dan Jalili membahas hubungan bilateral antara Suriah dan Iran. Keduanya juga membahas situasi di kawasan," demikian laporan televisi Suriah.
 
Sebelum bertemu Presiden Assad, Jalili mengatakan hanya Suriah yang bisa mengakhiri konflik yang terjadi di negara tersebut. Iran adalah sekutu terdekat Presiden Assad di kawasan.
 
Tuding Washington
Pemerintah Iran mengatakan mereka akan menggelar pertemuan internasional tentang Suriah hari Kamis (09/08). Iran juga mengatakan mereka berupaya membebaskan 48 warga Iran yang disandera pemberontak di Suriah. Teheran menuduh Washington sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab atas penyanderaan ini.
 
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hoseyn Amir-Abdollahian, menyalahkan Washington atas apa yang mereka sebut dukungan terbuka Amerika kepada kelompok-kelompok teroris. Iran mengatakan orang-orang yang disandera tengah melakukan ziarah ke tempat suci Syiah di Damaskus.
 
Pemberontak Suriah sementara itu menuduh ada anggota Garda Revolusi Iran di antara para peziarah. Menurut pemberontak anggota Garda Revolusi Iran melakukan kegiatan mata-mata untuk pemerintah Suriah.(bbc)
|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved