Minggu, 19 Mei 2013
home / berita / internasional / peneliti temukan radioaktif polonium pada barang milik mendiang arafat
Obama Fokuskan Perhatian Pada Pekerjaan Kelas Menengah
Korea Utara Tembakan Misil Jarak Pendek ke Laut Jepang
Bom Target Kaum Sunni di Irak Tewaskan Sedikitnya 70 Orang
DPR AS Cecar Pertanyaan kepada Mantan Kepala Dinas Pajak
Skandal Penyadapan Telepon AP, Wartawan AS Prihatin Kebebasan Pers
Presiden Burma akan Pimpin Temu Wicara di VOA
Pegiat Femen salib dan bakar boneka barbie di Jerman
Presiden Obama Janjikan Reformasi Dinas Pajak AS
Tornado Hantam Texas, 6 Tewas
Obama Calonkan Danny Russel sebagai Diplomat Tertinggi untuk Asia Timur
Peneliti Temukan Radioaktif Polonium pada Barang Milik Mendiang Arafat
Internasional | Rabu, 04 Juli 2012 | 21:52    Dibaca 186 kali    Komentar
Oleh : Roland Sojow, manadonews.com
Anggota Pengawal Presiden berjaga di sekitar makam mendiang Presiden Palestina Yasser Arafat di Ramallah (Foto: dok).

Bekas unsur berancun radioaktif polonium telah ditemukan pada barang-barang milik mendiang Presiden Palestina Yasser Arafat, demikian menurut Institut Radiasi Fisika (Institute of Radiophysics) yang berbasis di Swiss.

Seorang jurubicara Institute itu mengatakan kepada kantor berita Reuters secara di luar dugaan kadar tinggi polonium-210 ditemukan dalam barang milik Arafat. Hal tersebut tidak sesuai dengan laporan medis Arafat yang tidak menyebutkan adanya gejala klinis keracunan polonium-210

Suha Arafat, janda mendiang Presiden Palestina Yasser Arafat, akan meminta jenazah mendiang suaminya dengan menggali makamnya di kota Ramallah.
Direktur Institut Francois Bochud mengatakan kepada televisi al-Jazeera, satu-satunya cara untuk memastikan apakah pemimpin Palestina yang meninggal dunia tahun 2004 itu diracun dengan polonium adalah dengan menggali jenazah Arafat.

Janda Arafat, Suha, memberitahu al-Jazeera dia akan meminta jenazahnya  dengan menggali kembali makamnya di kota Ramallah, Tepi Barat.

Arafat, seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian yang memimpin Organisasi Pembebasan Palestina selama hampir 40 tahun, meninggal dunia pada usia 75 tahun di sebuah rumah sakit Paris setelah dirawat selama beberapa minggu. Dengan alasan undang-undang kerahasiaan pribadi, para pejabat Perancis tidak mau mengungkapkan penyebab kematian, yang menimbulkan desas-desus dan teori mengenai penyebab penyakitnya. (voa)

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved