Rabu, 22 Mei 2013
home / berita / internasional / lantaran tidak perawan perempuan di georgia ditahan
Wabah Flu Burung Rugikan China $6,5M
Pencarian Korban Tornado Oklahoma Hampir Tuntas
23 Militan Hezbollah Tewas dalam Pertempuran di Qusair, Suriah
Bahaya Tornado Meningkat Seiring Pertumbuhan Kota
Angin Puting Beliung di AS Hantam Lorong Tornado
Pencarian Korban Tornado Oklahoma Hampir Tuntas
PM Irak Perintahkan Perombakan Pejabat Keamanan
PBB: Kematian akibat AIDS Menurun, Pengobatan Meningkat di Afrika
Karzai akan Kunjungi India untuk Bahas Bantuan Militer
Pasukan Pemerintah Bantu Perang Atas Kartel di Meksiko
Lantaran Tidak Perawan, Perempuan di Georgia Ditahan
Internasional | Kamis, 12 Juli 2012 | 10:14    Dibaca 202 kali    Komentar
Oleh : MN3, manadonews.com

 Seorang anak perempuan berusia 16 tahun ditahan polisi pada hari pernikahannya karena suami menuduhnya tidak perawan lagi.

Anak perempuan yang tidak disebutkan namanya karena alasan hukum ditahan dari kediaman keluarga suaminya dan dibawa ke kantor polisi setempat untuk diperiksa.
Pengantin putri remaja ini mengatakan para pejabat polisi memaki dan menghinanya. Ia ditahan sampai keesokan harinya.
Sejumlah laporan menyebutkan kasus ini menimbulkan debat panas antara gereja Ortodoks -yang sangat berpengaruh- dan anak-anak muda yang cenderung menerapkan nilai Barat.
Keluarga anak perempuan tersebut ingin membawa kasus itu ke pengadilan.
Survei di Georgia menunjukkan seorang wanita harus perawan bila menikah, namun hal itu tidak berlaku bagi pria.
Wartawan BBC, Damien McGuinnes, di ibukota Tbilisi mengatakan pemerintahan modern Georgia sangat pro-Barat.
McGuiness mengatakan Georgia juga sangat ingin bergabung dengan Uni Eropa.
Namun masalah wanita yang berhubungan seks sebelum pernikahan tetap merupakan masalah yang mengundang silang pendapat di negara itu.(bbc)
|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved