Kamis, 23 Mei 2013
home / berita / hukum kriminal / daftar masuk sma di warnet gadis abg manado dicabuli
Korupsi bendungan, pejabat dan rekanan Pemkab Samosir dibui
Gelapkan Mobil Rental, Warga Tondano dilaporkan Pemilik ke Kantor Polisi
Pengadilan TIPIKOR panggil 5 saksi, Kasus Pengadaan Mobil Dinas
Wartawan Tidak di Ijinkan Meliput
Keluarga Praja IPDN Protes
Tidak diberi Izin besuk selama dua bulan, Keluarga Para Tahanan Polresta Manado kecewa
Lelaki penganguran, nekat mencuri di dalam Masjid
Sidang Pembunuhan Wartawan Aryono Linggotu, dijaga ketat Polisi
Empat Gadis Cantik Nyaris Jadi Korban Trafiking
Lelaki Sindulang sekarat akibat 7 luka tikaman
Daftar Masuk SMA di Warnet, Gadis ABG Manado Dicabuli
Hukum Kriminal | Minggu, 10 Juni 2012 | 19:03    Dibaca 1046 kali    Komentar
Oleh : Sonny Undap, manadonews.com
Korban cabul saat melapor ke Polresta Manado.

MANADO- Bukan main marahnya VP alias Vonny (45), warga Kelurahan Ranomut Lingkungan II Kecamatan Tikala. Betapa tidak, anak gadisnya yang baru beranjak dewasa telah menjadi korban percabulan. Tak ayal, wanita parobaya ini terpaksa mendatangi Polresta Manado pada Sabtu (9/6/2012) sekitar pukul 16.00 Wita  untuk melaporkan kejadian yang menimpa anak gadisnya sebut saja Kemuning (15) bukan nama sebenarnya.


Di depan petugas, ibu dua anak ini mengeluhkan perbuatan cabul yang diduga dilakukan EP alias Epeng (19) warga Kelurahan Malendeng Kompleks Perumahan Welong Kecamatan Tikala.   

Kejadian itu berawal pada Rabu (6/6) lalu,  Kemuning yang pada saat itu pamitan ke orang tuanya untuk ke warnet yang  tak jauh dari rumah korban sekitar pukul 19.00 Wita. Ketika itu, orang tua Kemuning  tak curiga, karena Kemuning pamitan untuk keperluan pendaftaran masuk sekolah SMA lewat online. 

Namun sampai larut malam, Kemuning belum juga pulang, sehingga orang tua Kemuning pun menjadi khawatir. Tapi, upaya untuk mencari sudah dilakukan tapi sampai keesokan harinya Kemuning belum juga pulang. 


Orang tua Kemuning mulai kuatir. Dan akhirnya Kemuning nekat pulang ke rumah pada Jumat (8/6). Setelah diketahui ternyata Kemuning selama dua hari berada di rumah EP alias Epen (19) atas ajakan pacarnya Harto (19).
Orang tua Kemuning yang curiga dimana anak gadisnya sudah dua hari tidak pulang rumah dan setelah diketahui ternyata bersama seorang lelaki menanyakan apakah yang diperbuat selama dua hari bersama pacarnya. Awalnya kemuning tidak mau berterus terang kepada orang tuanya dimana diri nya sudah dinodai.

Setelah didesak barulah Kemuning mengaku dirinya dicabuli EP alias Epen. Dan menariknya, yang mencabuli Kemuning bukanlah HT alias Harto pacarnya, melainkan EP alias Epeng teman yang baru dikenalkan Harto ke Kemuning saat bertemu di warnet.


Dan kejadian itu tanpa sepengetahuan Harto pacar Kemuning. Kisah Pagar makan tanaman terjadi saat Harto menitipkan Kemuning di rumah Epeng. Pada saat itu Kemuning dirayu Epeng, akhirnya luluh dan terpaksa memberikan mahkota kegadisannya ke lelaki yang tidak dicintainya.


Merasa keberatan dengan perlakuan kedua lelaki tersebut pada anak gadisnya orang tua Kemuning mendatangi Polresta Manado dan berharap agar kasus tersebut segera ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Kasubag Humas Polresta Manado AKP Deysi Hamang saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.(Ardy)

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved