Rabu, 22 Mei 2013
home / berita / ekonomi bisnis / minyak tenggelam di bawah per barel
Pemerintah tak akan biarkan ekspor tambang tanpa hilirisasi
Gubernur BI: Perekonomian Indonesia paling stabil sedunia
Tanggapi Kecaman, BUMN Tiongkok Janji Dorong Reformasi
Pemerintah dapat hibah USD 600 juta untuk kurangi kemiskinan
Giliran pengusaha ancam buruh
Hatta ngotot perusahaan Tommy Winata danai studi kelayakan JSS
Ekonomi Global Jadi Fokus KTT Asia-Eropa di Laos
Pemerintah pesimis bisa produksi 1 juta bph sampai 2025
DPR: Pertama dalam sejarah menteri laporkan kongkalingkong
Shell gandeng PGN kembangkan gas alam cair
Minyak Tenggelam di Bawah $83 per Barel
Ekonomi Bisnis | Selasa, 12 Juni 2012 | 23:39    Dibaca 168 kali    Komentar
Oleh : Sonny Undap, manadonews.com

Minyak berjangka pada Selasa (12/6/2012) ditutup di bawah US$83 per barel, karena gagal mendapat dukungan dari bailout bank Spanyol menjelang pertemuan OPEC tentang level produksi akhir pekan ini.

Minyak untuk pengiriman Juli ditutup di level US$82,7 per barel di New York Mercantile Exchange, turun US$1,40 atau 1,7%. Hal ini setelah minyak menyentuh level tertinggi di US$86,64.

“Mengingat sifat jangka pendek dari dorongan positif bailout Spanyol, tampaknya kita masih akan gelisah pekan ini,”ujar Matt Smith, analis Summit Energy.

Pasar akan mencermati pertemuan OPEC terkait produksi, di Winna, Kamis ni, serta pembicaraan megenai program nuklir Iran pekan depan. (inc)

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved