Jumat, 24 Mei 2013
home / berita / ekonomi bisnis / jp morgan minta maaf atas kerugian milyar dolar
Pemerintah tak akan biarkan ekspor tambang tanpa hilirisasi
Gubernur BI: Perekonomian Indonesia paling stabil sedunia
Tanggapi Kecaman, BUMN Tiongkok Janji Dorong Reformasi
Pemerintah dapat hibah USD 600 juta untuk kurangi kemiskinan
Giliran pengusaha ancam buruh
Hatta ngotot perusahaan Tommy Winata danai studi kelayakan JSS
Ekonomi Global Jadi Fokus KTT Asia-Eropa di Laos
Pemerintah pesimis bisa produksi 1 juta bph sampai 2025
DPR: Pertama dalam sejarah menteri laporkan kongkalingkong
Shell gandeng PGN kembangkan gas alam cair
JP Morgan Minta Maaf atas Kerugian 2 Milyar Dolar
Ekonomi Bisnis | Kamis, 14 Juni 2012 | 10:29    Dibaca 174 kali    Komentar
Oleh : TR3, manadonews.com
Seorang polisi berpatroli di depan kantor JP Morgan Chase saat dilaksanakan pertemuan tahunan 15 Mei 2012 di Tampa, Florida, yang mengungkapkan kerugi

Wartawan VOA Michael Bowman melaporkan dari Senat, di mana eksekutif JP Morgan Chase, Jamie Dimon menghadapi pertanyaan dari anggota Senat.
 
Empat tahun lalu terjadi  kejatuhan institusi-institusi keuangan terbesar Amerika yang yang memicu dikeluarkannya dana talangan federal besar-besaran dan undang-undang yang dirancang untuk membatasi pengambilan risiko dan, diharapkan bisa menghindari krisis ekonomi lainnya.
 
Di gedung kongres, berita kerugian-kerugian besar lagi  di JP Morgan Chase telah memperbaharui perdebatan tentang eviktivitas  reformasi-reformasi tersebut.
 
Presiden Direktur Jamie Dimon menyatakan penyesalan kepada Komite Perbankan Senat.
 
"Kami membuat banyak orang kecewa, dan kami minta maaf untuk itu,” kata Dimon.
 
Dimon menjelaskan bahwa model investasi baru yang dirancang untuk mengurangi transaksi keuangan berisiko justru meningkatkan kemungkinan risiko. Dia mengatakan model itu telah ditinggalkan demi melakukan bisnis dengan cara lama yang telah teruji.
 
Pada sisi yang lebih baik, Dimon mengatakan, kerugian hanya sebagian kecil dari seluruh asset  JP Morgan Chase, yang melebihi $ 1 triliun. Ia memberikan  penilaian  secara keseluruhan tentang sektor perbankan swasta Amerika:
 
“Saya berpikir bahwa sejak krisis keuangan tahun 2008 - dan  kita senang dengna hal ini yaitu bank-bank ini punya modal lebih banyak. Mereka memiliki lebih banyak likuiditas  dan lebih transparan,” kata Dimon.
 
Sistem perusahaan Amerika yang bebas berkembang berdasarkan  pengambilan risiko. Tetapi bagaimana cara terbaik mengelola risiko merupakan perhatian terus-menerus  bagi anggota parlemen, seperti dirasakan ketua Komite Perbankan, Senator Tim Johnson.
 
"Karena faktor risiko tidak dapat dihilangkan dari perekonomian kita, kita bisa  dan harus menuntut agar  bank mengelola bisnisnya secara serius, dan mempertahankan kontrol yang kuat,” papar Johnson.
 
Senator senior dari Partai Republik di komite itu, Senator Richard Shelby, menekankan peran penting bank swasta dalam kapitalisme.
 
“Bank mengambil risiko karena itulah yang mereka lakukan. Biasanya risiko yang mengunutungkan. Mereka memungkinkan rakyat Amerika membeli rumah, masuk perguruan tinggi, dan menabung untuk pensiun,”kata Shelby.
 
Tapi Shelby menambahkan bahwa pemerintah federal memiliki kepentingan bagaimana bank melakukan bisnis.
 
“Biasanya, dan saya percaya itu tidak boleh - Kongres tidak boleh campur tangan dalam keputusan oleh bisnis swasta. Namun, karena pemerintah federal menjamin deposito bank, komite ini memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa bank tidak menempatkan pembayar pajak sebagai pihak yang beresiko,” kata Shelby.
 
Implementasi dalam reformasi keuangan federal sedang berlangsung. Jamie Dimon dari JP Morgan Chase ditanyai apakah reformasi-reformasi tersebut membuat sistem keuangan Amerika lebih aman. Dia mengatakan, dia tidak tahu. (voa)

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved