Jumat, 24 Mei 2013
home / berita / ekonomi bisnis / ikan patin pindang ri siap tembus pasar eropa dan as
Pemerintah tak akan biarkan ekspor tambang tanpa hilirisasi
Gubernur BI: Perekonomian Indonesia paling stabil sedunia
Tanggapi Kecaman, BUMN Tiongkok Janji Dorong Reformasi
Pemerintah dapat hibah USD 600 juta untuk kurangi kemiskinan
Giliran pengusaha ancam buruh
Hatta ngotot perusahaan Tommy Winata danai studi kelayakan JSS
Ekonomi Global Jadi Fokus KTT Asia-Eropa di Laos
Pemerintah pesimis bisa produksi 1 juta bph sampai 2025
DPR: Pertama dalam sejarah menteri laporkan kongkalingkong
Shell gandeng PGN kembangkan gas alam cair
Ikan Patin & Pindang RI Siap Tembus Pasar Eropa dan AS
Ekonomi Bisnis | Sabtu, 23 Juni 2012 | 15:10    Dibaca 194 kali    Komentar
Oleh : MN3, manadonews.com

Ikan patin dan pindang Indonesia masih menjadi konsumi dalam negeri. Namun, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mendorong penjualannya hingga ke Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Selama ini, ada tiga jenis ikan yang menjadi fokus digentot pemerintah, yaitu patin, pindang dan bandeng. Ikan yang disebutkan terakhir itu sebanyak 30% sudah diekspor ke berbagai negara.

Menurut Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP, Saud Hutagalung, target ekspor bandeng selama ini adalah Uni Eropa, AS, China dan Jepang.

"Tren pasar akan terus ditingkatkan. Pemasaran bandeng masih AS tujuan utamanya, dan target kita memburu pasar Afrika dan Timur Tengah," katanya di sela acara Festival Perikanan Nusantara 2012 di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu (23/6/2012).

Namun, kata dia, pemerintah hanya akan mengekspor ikan sebanyak 30% dari total produksi per tahun. Konsumsi domestik tetap diprioritaskan sebanyak 70% supaya masyarakat RI makin gemar makan ikan.

Dalam rangka menggenjot konsumsi ikan dalam negeri tersebut, pemerintah menganggarkan Rp 600 juta guna penyediaan 100 lebih lemari pendingin (freezer) bagi industri pengolahan ikan patin di Indonesia.

Pembelian lemari pendingin ini dilakukan pada bulan Agustus. Harga per unitnya mencapai Rp 5 juta. Dengan anggaran tersebut, sekitar 100 buah lemari pendingin siap disebar di Jakarta. (ang/ang)

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved