Minggu, 19 Mei 2013
home / berita / bitung / warga kolombo kesulitan air bersih
Pejabat Harus Paham Tentang Korupsi
Tunggakan Pajak Bumi Dan Bangunan Tahun 2012 Capai 1,3 Miliar
Biaya Transportasi Masih Jadi Kendala Berarti Bagi Pedagang
Pengukuran Lahan KEK Di Pending Sementara
Warga Masata Komplain Pengukuran Lahan Kek
Warga Pesisir Di Berdayakan
Kurikulum Baru Dapat Memajukan Pendidikan
DPRD Serap Asprasi Warga
Warga di Mintah Tidak Panik Ketika Gas Elpiji Kosong
Dinas Perikanan Bantu Atasi Sampah Laut
Warga kolombo kesulitan air bersih
Bitung | Senin, 19 Maret 2012 | 17:36    Dibaca 246 kali    Komentar
Oleh : TR3, manadonews.com

 Warga Kelurahan Bitung Barat 1 Kampung Kolombo Kota Bitung butuh perhatian Pemerintah terkait sarana air bersih yang merupakan kebutuhan penting warga.pasalnya sejak 2011 lalu hingga awal tahun 2012 ini,air bersih di Kampung Kolombo semakin sulit,bahkan untuk memenuhi kebutuhan air warga harus relah mengeluarkan uang hingga puluhan ribu rupiah setiap hari,guna membeli air melalui  jasa penjual air.

 
Upayah Pemerintah Kota Bitung untuk mensejahterakan masyarakat di nilai belum maksimal.melalui penyediaan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan  masyarakat,yang seharusnya di lakukan secara umum,sepertinya belum terlihat jelas.
 
Kelurahan Bitung Barat Satu Kampung Kolombo, merupakan salah satu daerah yang belum tersentu dengan program pemerintah yakni mensejahterahkan masyarakat.seperti kebutuhan akan aiar bersih,yang juga sebagai kebutuhan penting warga,hingga saat ini belum mendapat perhatian pemerintah.
Fasilitas yang telah di berikan seperti pompa air yang merupakan bantuan Pemerintah Provinsi kini telah rusak,dan tidak ada upaya perbaikan.padahal warga sudah di mintai uang bayaran perbaikan sebanyak lima belas ribu rupiah  per kepala keluarga.namun uang tersebut di salah gunakan oleh pengurus air bersih.
 
Hal ini tentunya membtuhkan perhatian pemerintah.pasalnya Kampung Kolombo yang memiliki 380 kepala keluarga ini,telah banyak mengeluarkan biaya terkait kebutuhan air bersih. Dengan membeli air melalui jasa penjual air wargapun harus mengatur sebaik mungkin untuk pengunaan air,pasalnya air yang di beli sangat terbatas.
 
Kondisi ini juga membuat warga gerang dan berjajnji jika pilkada nanti warga kolombo akan memutuskan untuk tidak memberikan hak suarahnya,karena warga muak dengan janji-janji saat pilkada yakni akan membangun semua kebutuhan warga.(jemmy anis)
 
|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved